Kajian Etnosain Pada Proses Pembuatan Tepung Sagu Aren untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Zat Pelarut Dan Tidak Pelarut pada Siswa Sekolah Dasar

Main Article Content

Hilda Samsika
Rahma Rahayu
Riska Rahmawati
Joko Suprapmanto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomenan sains yang terkandung dalam proses pengolahan sagu aren khususnya pada aspek pemisahan sari pati dari serta kayu (dekantasi dan sedimentasi) dan implementasinya pada peningnkatan pemahaman Konsep zat pelarut dan tidak pelarut pada siswa SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun uji keabsahan yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi sumber. Hasil Penelitian ini yaitu cara tradisional masyarakat Kebonmanggu membuat tepung sagu menunjukkan pengetahuan lokal mereka yang mendalam dan mencakup etnosains yang penting. Langkah-langkah yang terlibat dalam pengolahan, seperti memilih batang pohon sagu yang tepat, menggilingnya, dan kemudian menyaring dan membiarkannya mengendap, menunjukkan bagaimana metode tradisional sesuai dengan ilmu pengetahuan sederhana, meskipun itu adalah cara lama yang diturunkan dari generasi ke generasi. 
Proses pembuatan tepung sagu melibatkan beberapa gagasan sains penting, terutama tentang zat tunggal dan campuran. Ketika pati sagu mengendap di dasar air, itu menunjukkan bahwa sagu tidak larut dalam air dingin. Ini menunjukkan bagaimana karakteristik bahan dan metode yang berbeda untuk memisahkan campuran bekerja dalam situasi kehidupan nyata.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Kajian Etnosain Pada Proses Pembuatan Tepung Sagu Aren untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Zat Pelarut Dan Tidak Pelarut pada Siswa Sekolah Dasar. (2026). PARADIA: Journal of Education and Innovation, 1(1), 1-7. https://jurnal.sahabatriset.com/index.php/paradia/article/view/3

References

Chang, R., & Overby, J. (1986). Kimia umum . New York: Random House.

Davis, R. E., Peck, M. L., Stanley, G. G., & Whitten, K. W. (2014). Chemistry. Brooks/Cole-Thomson Learning.

Herdhiansyah, D. (2021). Teknologi Pengolahan Sagu. Penerbit NEM.

Herdiansyah, H. 2013. Wawancara, Observasi, dan Focus Groups Sebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif.Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Irawan, B., & Muhartati, E. 2019. Identifikasi Nilai Etnosains pada Kearifan Lokal Berkarang dan

Menyondong Ikan Pada Masyarakat Pesisir Bintan. Pedagogi Hayati, 3(1), 53–58.

Juwitaningsih, D. (2018). Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Paket A Setara SD/MI Kelas V. Modul Tema 10: Benda-Benda di Sekitarku. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lena Yosina krey, Dina. 1998. Teknik Pembibitan dan Penanaman Sagu (Metroxylon Spp) Secara Tradisional oleh Penduduk Asli Sentani di Kabupaten Dati II Jayapura. universitas Cendrawasih, Manokwari.

Marshall, SP (1995). Skema dalam pemecahan masalah . Cambridge University Press.

Nawawi, M. A. (2020). IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN DALAM PENINGKATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM.

Reiser, RA, & Gagné, RM (1983). Memilih media untuk pengajaran . Teknologi Pendidikan.

Sanapiah Faisal,1990, Sosiologi Pendidikan, Surabaya: Usaha nasional

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif. Bandung: Alfabeta