PLAGIARISM AND AI CONTROL
Plagiarism and AI Control
Jurnal PARADIA berkomitmen untuk menjaga integritas akademik dan memastikan bahwa setiap naskah yang diterbitkan merupakan karya ilmiah yang orisinal, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, seluruh naskah akan melalui proses pemeriksaan plagiarisme dan evaluasi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebelum memasuki tahap peer review.
Plagiarism Policy
Seluruh isi naskah harus bebas dari:
- Plagiarisme dalam bentuk apa pun;
- Fabrikasi atau pemalsuan data (fabrication dan falsification);
- Duplikasi publikasi (duplicate publication);
- Manipulasi sitasi (citation manipulation);
- Penghilangan informasi penting yang dapat memengaruhi validitas hasil penelitian.
Penulis wajib memberikan sitasi yang benar terhadap seluruh sumber, baik berupa teori, data, gambar, tabel, metode, maupun gagasan yang digunakan dalam penyusunan artikel, termasuk sumber yang belum dipublikasikan apabila relevan. Kegagalan memberikan atribusi yang tepat dapat dikategorikan sebagai tindakan plagiarisme dan merupakan pelanggaran serius terhadap etika publikasi.
Seluruh naskah yang dikirimkan akan diperiksa menggunakan perangkat lunak pendeteksi kemiripan (similarity checker), seperti Turnitin, sebelum diproses lebih lanjut. Dewan editor berhak menolak naskah yang memiliki tingkat kemiripan yang tidak dapat diterima atau mengandung indikasi plagiarisme.
Artificial Intelligence (AI) Policy
Jurnal PARADIA mengizinkan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI), seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, Claude, Grammarly AI, atau perangkat AI lainnya, hanya sebagai alat bantu dalam proses penulisan, seperti:
- memperbaiki tata bahasa dan ejaan;
- meningkatkan keterbacaan bahasa;
- membantu penyuntingan atau perbaikan struktur kalimat;
- membantu proses brainstorming atau pengembangan ide.
Namun demikian, AI tidak boleh digunakan untuk:
- menghasilkan data penelitian;
- membuat hasil analisis atau interpretasi yang tidak berasal dari penelitian sebenarnya;
- membuat referensi atau sitasi fiktif;
- memanipulasi gambar, tabel, atau data penelitian secara menyesatkan;
- menggantikan tanggung jawab ilmiah penulis.
Penulis tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap akurasi, keaslian, validitas, dan integritas seluruh isi naskah, termasuk bagian yang dibantu oleh teknologi AI.
Apabila AI digunakan secara substansial dalam penyusunan naskah, penulis dianjurkan untuk mengungkapkan penggunaannya pada bagian Acknowledgements atau Methods, sesuai dengan kebijakan transparansi ilmiah.
AI Detection and Editorial Assessment
Dewan editor dapat melakukan evaluasi terhadap indikasi penggunaan AI menggunakan perangkat lunak atau metode yang dianggap sesuai sebagai bagian dari proses editorial. Hasil deteksi AI tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan, tetapi akan dipertimbangkan bersama dengan penilaian editorial terhadap kualitas ilmiah, orisinalitas, konsistensi, dan validitas isi naskah.
Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan AI yang melanggar etika publikasi, editor berhak meminta klarifikasi kepada penulis, meminta revisi, atau menolak naskah sesuai dengan tingkat pelanggaran yang ditemukan.
Editorial Commitment
Jurnal PARADIA berkomitmen untuk menjaga integritas ilmiah melalui proses pemeriksaan plagiarisme dan evaluasi penggunaan AI secara objektif, adil, dan transparan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh artikel yang diterbitkan memenuhi standar etika publikasi internasional serta mendukung praktik penelitian yang bertanggung jawab